Tentang
rindu
Bukan
pagi bukan petang
Bukan
malam bukan siang
Bukan
jam yang berdentang
Bukan
pula air mata yang hilang
Dalam
diam di ujung asa, aku menunggu
Membendung
rindu yang menggunung
Bukan
perkara masa atau pedihnya rasa
Aku
tak peduli.
Walau mulut-mulut
itu berkata “Lupakan!”
Walau
embun mengering di pucuk daun semanggi
Walau angin
malam membawa kabar hampa
Di
ujung hati itu, terpatri jelas kata “Bertahan!”
Kalau
saja dia tau
Kalau
saja dia rasa
Rintik
hujan yang selama ini ku benci
Menjadi
madu karenanya
Menjadi
pesan untuknya
“Aku
menanti disini.
Walau
aku tak tau
Apa
yang bisa kunanti darimu...”