Kamis, 22 Mei 2014

Jangan dikira!

Jangan dikira mentari selalu benderang
Jangan dikira algojo selalu garang
Jangan kau kira lelaki tak bisa menangis
Jangan kau kira imigran selalu mengais
Jangan kau kira hal yang umum selalu benar

Jangan abaikan Kawan disana
Yang hidup ceria berselimut penderitaan
Yang hidup tegar berbatas keputusasaan
Walau badan tak rusak, batinnya terkoyak!
Dia berbagi tanpa mau dibalas kembali
Meski tetap saja harapan itu ada .
Bukan harapan besar,
hanya pernantian untuk secarik perhatian..


Dia tak mampu, jika terus saja memberi untukmu,
Dia butuh balasan di batas harapan!
Dan,
Jangan kau kira hatinya tak bisa Kecewa,
yang pada akhirnya bisa
Mati.

Kamis, 15 Mei 2014

Pencarian

Saat berlari, hanya jatuh dan terjerembab yang didapat
Saat mencari, tak tahu arah hingga tersesat
Saat berdiam diri, Kosong.
Tak ada hal apapun yang tersemat
Saat semua dilalui, tak ada rasa untuk lari dan mengumpat

Aku ini air yang tertahan!
Hanya penasaran dan pembuktian yang ingin diwujudkan
Namun aku bosan jika terus saja penasaran
Pencarian...
Sedang pembuktian hanya ada dalam angan

Jati diri yang dicari tak kunjung kemari
Lelah, gundah, resah
Bertanya-tanya dalam sanubari
"akankah ia hadir menghidupi ruas duri-
duri penyandang hidup ini??"

Entahlah...
Selama berharap dan berjalan maju,
Walaupun aku tak tahu-menahu
Jati diri yang dicari pasti tahu
Raga mana yang harus ia tuju...

Minggu, 11 Mei 2014

Kacamata itu...

Kenapa?
Kemarin terasa begitu berkesan
Berawal dari gurauan
Menjadi sebuah ketertarikan

Kenapa?
Menjadi beruntut pada hal-hal yang berbeda
Mulai dari basket yang sepele,
kerinduan pada sosok di Jakarta,
Sampai tokoh dalam novel cinta yang ku baca,

Begitu sensitif dirasakan
Semua yang berkaitan dengan benda itu
membongkar fakta-fakta yang ada

Tapi aku tak mau
Menyalahartikan semua
Debar...
Bahagia...
Harapan...
Imajinasi...
Fiktif berbatas fakta...

Semua yang berkaitan dengan
Kacamata
Serasa menyeruak
dalam desiran ini..

Entah apa,
Aku tak mau meneruskan.
Entah dengan cara apa...